Tingkatkan Mutu Pendidik Pesantren, Minhadul Ulum Gelar Capacity Building

Pesawaran – Upaya mencetak dan mendidik generasi berkualitas dan beretika mulia, harus diiringi dengan pendidik yang kompeten dan profesional di bidangnya masing-masing.

Hal itu yang melatarbelakangi pesantren Minhadul ulum menggelar Pelatihan Capacity building.

Para akademisi sebagai pembicara pada giat tersebut adalah Rifai Aly Dosen UIN Raden Intan Lampung dan Nur Muhammad dosen Institut Darul Amal Kota metro. Ahad (29/10/2023) berempat di Aula kemendagri kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.

Rifai Aly menyampaikan, pengembangan kapasitas (capacity building) menurut mobray, peningkatan kualitas mencakup tiga aspek; pertama Individu. membahas bagaimana setiap personalia memiliki jiwa loyalitas dan kerja memiliki kesadaran tanggung jawab yang tinggi.

“Tips pada poin ini seorang pendidik atau pegawai harus menanamkan prinsip-prinsip berikut: kerja ikhlas (tidak mengeluh), kerja mawas (mampu mengendalikan emosional, kerja cerdas (memahami besar kecilnya resiko) dan kerja tuntas (semua tugas selesai tidak setengah setengah)”. Jelasnya.

Kedua Organisasi/lembaga. Sebuah organisasi atau lembaga harus menciptakan budaya organisasi yang positif agar membentuk setiap elemen didalamnya. Seperti budaya disiplin, tawadhu dan menghargai waktu. Tambahannya.

Ketiga Sistem. Ini melekat pada sosok pimpinan. Bagaimana konsep yang digagas dalam mewujudkan visi misi dan langkah langkah dalam mengambil kebijakan.
Seorang leader atau pengasuh harus mampu melihat mana skala prioritas yang diutamakan untuk kebaikan lembaga, memiliki jiwa untuk mengayomi seluruh anggota. Jelasnya.

Selain itu capacity building juga mengajak untuk setiap personalia bisa mengukur efektif dan efesien dalam segala hal kegiatan. Memiliki analisa yang tajam agar program kerja dapat tercapai dengan kebutuhan anggaran yang tepat.

Rifai menambahkan, Pelatihan capacity building merupakan upaya untuk menjadikan yayasan semakin berkualitas. Wawasan untuk meningkatkan mutu pendidik, stack holder dan para pegawai agar lebih baik dan berdampak positif seperti meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat.

Nur Muhammad menyampaikan capacity building atau pengembangan kapasitas meliputi ; pertama, Individu. Seorang pendidik ataupun pegawai dalam suatu lembaga harus memiliki rasa tanggung jawab, disiplin yang tinggi agar dapat menjalani tugas dengan baik.

Kedua, Kelompok. Pada poin ini harus terjalin komunikasi, koordinasi yang baik agar segala persoalan bisa diatasi, Penting sekali merawat kerjasama saling menjaga hubungan baik satu sama lain.

Mas Nur, sapaan nya menyampaikan, Ibarat pohon dapat terus berkembang, dan berbuah tentu harus rajin disirami dan dirawat dengan baik. Begitu juga lembaga tempat kita bernaung agar bisa menghasilkan buah yang segar dan manis kita meski menunjukkan loyalitas, dan memberikan yang terbaik.

Disaat yang sama ummul ma’had Minhadul ulum Nyai Hj. Mariam maulida menyampaikan, sangat apresiasi dan penting sekali materi materi yang disampaikan kepada narasumber, harapannya ilmu yang diberikan bisa dipraktikkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dipesantren maupun di Madrasah formal. Katanya.

Hadir dalam pelatihan tersebut sebanyak Lebih kurang 80 tenaga pendidik ( dewan guru) dan tenaga kependidikan pesantren Minhadul ulum. Para peserta sangat antusias untuk melakukan dialog interaktif kepada pemateri. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *