Daerah  

Bahas RAPBD, Aleg Lambar Komisi ll Sampaikan Pokir

Koraneditor.id, Lampung Barat

Sejumlah Anggota Dewan Komisi ll DPRD Lambar sampaikan Pokok Pikiran (Pokir) dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD), selasa (16/11).

Rapat kerja komisi ll dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kabupaten Lambar tersebut berlangsung di ruang sidang Marghasana DPRD setempat. Dimana, salah satu poin yang menjadi bahasan terkait program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Komisi ll, dengan harapan bisa di akomodir oleh TPAD sebagai wujud pembuktiam terhadap konstituen.

Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi II Heri Gunawan, didampingi sejumlah anggota tersebut, dihadiri oleh sejumlah kepala OPD, diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) dan jajajaran.

Saat rapat berlangsung, Heri Gunawan menyampaikan terkait adanya Pokir dari masing-masing anggota Komisi II, apakah bisa menjadi prioritas untuk direalisasikan.

“Jadi mungkin saya kasih kesempatan saja dulu dengan anggota komisi II untuk menyampaikan mengenai Pokir, kemudian apakah usulan masuk KUA PPAS atau tidak, kalau tidak bagaimana solusinya,” ucap Heri.

 

Pokir pertama datang dari Anggota Komisi II Azhari, dirinya menyampaikan jika di wilayah konstituennya yakni Pekon Sukapura kecamatan Sumber Jaya, telah mengusulkan penanganan longsor yang di khawatirkan oleh warga akan berdampak pada badan jalan dan sekolah. Usulan tersebut telah disampaikan sejak tahun 2018.

“Sebetulnya ini sudah lama dari tahun 2018,  kami juga pernah kesana melihat longsor namun belum separah sekarang ini. Jalan tersebut merupakan jalan lingkar, dan diatasnya ada sekolahan, karenanya kami berharap itu bisa segera ditangani,” ujar Azhari.

 

Anggota Komisi ll lainnya Sakri, menyampaikan salah satu jalan di kelurahan Tugusari Sumber Jaya belum pernah tersentuh pembangunan.

“Lokasinya  di belakang rumahnya pak Dadang Sumpena anggota DPRD provinsi Lampung itu jalan lingkar, nah itu sampai saat ini belum tersentuh pembangunan. Aspalnya sudah ngelotok dan berlubang-lubang, padahal itu masyarakat amat sangat membutuhkan, di situ juga ada sekolah SD,” kata dia.

Sementara Saiful Abadi anggota komisi II lainnya, juga menyampaikan Pokir. Dirinya berharap direalisasikan satu program yakni penanganan lanjutan jalan di daerah konstituennya, dimana pembangunan pertama dilakukan pada tahun 2016 volumenya 1.276 meter yang sudah dilaksanakan tersisa sekitar 170-an meter lagi.

“Maksud saya karena di awal 2016 ini sudah dilaksanakan dan bertahap semestinya ini sudah dapat diselesaikannya,” harapnya.

 

Lalu anggota komisi II Rovi Komsen, mengatakan bahwa ia telah mengusulkan lima program, dan berharap bisa direalisasikan minimal dua program.

“Dengan lantang saya berbicara dengan masyarakat bahwa jalan ini akan dibangun di 2024 dan saya sudah menunjukkan bahwa ini sudah diterima, kami anggota dewan ini ketika melalui konstitusi kita mau jadi, maka itu salah satu poin yang sangat fatal ketika poin itu sudah ditulis di dalam draft dan diterima oleh PUPR. Kalau tiba – tiba hilang, ada apa?, apa yang akan kita sampaikan kepada masyarakat,” seru Rovi. (Ton)

Penulis: Anton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *