Dalih ‘Penguasa Wilayah’, Aniaya PKL Minta Uang Kebersihan Berujung Kekerasan

Kasus aniaya PKL minta uang kebersihan kembali menyita perhatian publik. Seorang pedagang kaki lima menjadi korban kekerasan setelah menolak permintaan uang kebersihan dari pelaku. Pelaku berdalih sebagai penguasa wilayah dan memaksa korban untuk membayar.

Peristiwa aniaya PKL minta uang kebersihan ini terjadi di area tempat pedagang berjualan. Awalnya, pelaku mendatangi korban dan meminta sejumlah uang dengan alasan kebersihan lingkungan. Namun, permintaan tersebut disampaikan dengan tekanan dan ancaman.

Ketika korban menolak, situasi berubah menjadi ricuh. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap PKL tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini membuat pedagang lain merasa takut dan tidak aman.

Kasus aniaya PKL minta uang kebersihan ini pun viral di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan pelaku. Selain itu, masyarakat menilai praktik tersebut sebagai bentuk pungutan liar yang kerap merugikan pedagang kecil.

Di sisi lain, para PKL mengaku sering mengalami intimidasi serupa. Mereka menyebut oknum tertentu kerap mengatasnamakan penguasa wilayah. Padahal, tidak ada aturan resmi yang membenarkan pungutan uang kebersihan secara sepihak.

Menanggapi kasus aniaya PKL minta uang kebersihan, aparat setempat langsung turun tangan. Pihak berwenang melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Aparat juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan pungli tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Pengawasan harus diperketat agar praktik aniaya PKL minta uang kebersihan tidak terus berulang. Dengan penegakan hukum yang tegas, pedagang kaki lima diharapkan bisa berjualan dengan aman dan tenang.

Scroll to Top