
Pelatih Gennaro Gattuso mengungkap pendekatan taktis yang ia terapkan saat menangani Italia. Dalam pernyataannya, Gattuso secara terbuka mengakui banyak mengadopsi—bahkan menyebut “copy paste”—prinsip permainan milik Marcello Lippi, sosok legendaris di balik kejayaan Italia.
Pengakuan ini langsung menyita perhatian publik sepak bola. Alih-alih dianggap ketinggalan zaman, pendekatan tersebut dinilai relevan karena menekankan disiplin, organisasi, dan keseimbangan tim—nilai yang terbukti membawa hasil di level tertinggi.
Filosofi Lippi yang Diadopsi
Gattuso menjelaskan bahwa fondasi utama yang ia tiru adalah kekuatan kolektif. Lippi dikenal menempatkan struktur tim di atas individualisme, dengan garis pertahanan rapat, transisi cepat, dan kerja sama antarlini yang solid. Prinsip inilah yang kembali ditekankan Gattuso dalam sesi latihan.
Selain itu, fleksibilitas taktik menjadi poin penting. Tim dilatih beradaptasi sesuai lawan tanpa kehilangan identitas permainan.
Penyesuaian dengan Era Modern
Meski mengadopsi filosofi lama, Gattuso menegaskan tidak menelan mentah-mentah. Ia menambahkan elemen modern seperti pressing terukur, penguasaan ruang, serta penggunaan data analitik untuk evaluasi performa. Tujuannya sederhana: memadukan nilai klasik dengan tuntutan sepak bola masa kini.
Pendekatan hibrida ini diharapkan membuat Italia tetap kompetitif tanpa mengorbankan DNA permainan yang selama ini dikenal kokoh.
Dampak pada Performa Tim
Dalam beberapa laga terakhir, Italia tampak lebih rapi saat bertahan dan efisien ketika menyerang. Transisi bertahan-menyerang berjalan cepat, sementara lini belakang terlihat lebih disiplin. Meski masih butuh waktu, sinyal perbaikan mulai terlihat.
Para pemain disebut lebih memahami peran masing-masing, sehingga kesalahan elementer dapat ditekan.
Respons Publik dan Harapan
Pengakuan Gattuso menuai respons beragam. Sebagian menyambut positif karena kembali ke akar kekuatan Italia, sementara lainnya menunggu bukti konsistensi di laga besar. Namun satu hal jelas, Gattuso tak ragu belajar dari sejarah untuk membangun masa depan.
