
Sebuah video yang memperlihatkan guru sekolah dasar (SD) di Lampung meluapkan kemarahan mendadak viral di media sosial. Amarah tersebut dipicu oleh paket Makanan Bergizi (MBG) yang diterima sekolah dalam kondisi basi dan berbau busuk. Kejadian ini langsung menyita perhatian publik karena program MBG seharusnya menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi siswa.
Dalam rekaman yang beredar, guru tersebut menunjukkan paket makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan murid jika makanan tersebut tetap dibagikan.
Kronologi Penemuan Paket MBG
Berdasarkan informasi yang beredar, paket MBG diterima sekolah pada jam operasional pagi. Saat dibuka, guru dan pihak sekolah mendapati aroma tidak sedap serta tampilan makanan yang berubah. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa makanan sudah melewati batas konsumsi.
Pihak sekolah segera menghentikan pembagian MBG kepada siswa dan mendokumentasikan temuan tersebut sebagai bukti.
Kekecewaan Guru dan Pihak Sekolah
Guru yang terekam dalam video mengaku kecewa karena program MBG bertujuan mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Makanan basi dinilai berpotensi membahayakan siswa jika dikonsumsi.
Pihak sekolah juga menyayangkan lemahnya pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan. Mereka berharap kejadian ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Respons Dinas Terkait
Menanggapi viralnya kasus tersebut, dinas pendidikan dan instansi terkait di Lampung disebut telah menerima laporan. Pemeriksaan terhadap penyedia MBG dan proses distribusi pun mulai dilakukan. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga kualitas program MBG agar sesuai standar gizi dan keamanan pangan.
Sorotan Publik terhadap Program MBG
Kasus ini memicu diskusi luas mengenai pengawasan program MBG. Masyarakat menilai perlu adanya kontrol ketat mulai dari produksi, pengemasan, hingga pengiriman makanan ke sekolah. Transparansi dan pengawasan rutin dianggap penting demi melindungi kesehatan siswa.
