
Jagat media sosial diramaikan video Calya berstiker mobil listrik diduga hindari gage (ganjil-genap). Rekaman tersebut memicu perdebatan karena kendaraan yang diduga Toyota Calya—bermesin konvensional—tampak menggunakan stiker mobil listrik saat melintas di ruas yang menerapkan aturan ganjil-genap. Aparat pun menyatakan penyelidikan tengah dilakukan.
Kronologi Kejadian
Dalam video yang beredar, sebuah mobil Calya terlihat melaju di kawasan pembatasan ganjil-genap Jakarta. Kendaraan itu menempelkan stiker yang lazim digunakan kendaraan listrik, sehingga memunculkan dugaan upaya menghindari gage. Warganet kemudian membagikan lokasi dan waktu kejadian, mendorong perhatian aparat.
Aturan Ganjil-Genap dan Kendaraan Listrik
Kebijakan ganjil-genap (gage) di Jakarta memberi pengecualian bagi kendaraan listrik. Namun, pengecualian tersebut hanya berlaku untuk kendaraan yang secara resmi terdaftar sebagai kendaraan listrik, bukan sekadar memakai stiker. Penyalahgunaan atribut dinilai dapat merugikan kepatuhan lalu lintas.
Penyelidikan Kepolisian
Pihak Polri menyatakan akan menelusuri identitas kendaraan, memeriksa keabsahan status, serta mencocokkan bukti rekaman. Jika terbukti ada pelanggaran, pengemudi berpotensi dikenai sanksi tilang sesuai ketentuan lalu lintas yang berlaku.
Respons Publik
Reaksi warganet beragam. Sebagian mendukung penindakan tegas demi keadilan di jalan, sementara lainnya meminta edukasi lebih masif soal ciri resmi kendaraan listrik agar publik tidak mudah terkecoh oleh atribut tidak sah.
Imbauan untuk Pengendara
Aparat mengimbau pengendara untuk:
- Mematuhi aturan ganjil-genap
- Tidak menggunakan atribut palsu
- Memastikan status kendaraan sesuai data resmi
- Mengutamakan keselamatan dan ketertiban
Penutup
Kasus viral Calya berstiker mobil listrik diduga hindari gage menjadi pengingat pentingnya kepatuhan dan kejujuran di jalan. Penyelidikan diharapkan memberi kepastian hukum sekaligus efek jera bagi pelanggaran serupa.
