
Media sosial dihebohkan oleh unggahan yang mengklaim ChatGPT bisa tahu seseorang sedang makan apa. Dalam unggahan tersebut, pengguna menunjukkan percakapan dengan ChatGPT yang seolah menebak makanan secara tepat. Klaim ini langsung memicu perdebatan luas dan menjadi viral.
Sebagian warganet menganggap kemampuan tersebut sebagai bukti kecanggihan kecerdasan buatan. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebenarannya dan menilai klaim itu berlebihan.
Netizen Terbelah: Kagum atau Khawatir
Reaksi publik pun terbelah. Kelompok pertama merasa kagum dan menilai AI kini semakin pintar membaca situasi. Mereka menganggap ChatGPT mampu menganalisis kebiasaan atau konteks dari percakapan sebelumnya.
Di sisi lain, kelompok yang skeptis justru merasa khawatir. Mereka mempertanyakan soal privasi dan bertanya-tanya apakah AI benar-benar bisa “melihat” aktivitas pengguna di dunia nyata.
Bagaimana ChatGPT Bisa Menebak?
Pakar teknologi menilai, kemampuan ChatGPT dalam kasus viral tersebut bukan karena mengintip atau memantau aktivitas nyata. ChatGPT bekerja dengan cara menganalisis teks yang diberikan pengguna.
Jika seseorang sebelumnya menyebut lokasi, waktu, atau kebiasaan tertentu, AI bisa menarik kesimpulan logis. Misalnya, menyebut sedang di warung pagi hari bisa mengarah pada tebakan menu sarapan yang umum. Jadi, tebakan tersebut bersifat probabilistik, bukan pengamatan langsung.
Bukan Membaca Pikiran atau Mengawasi Pengguna
Penting dipahami bahwa ChatGPT tidak memiliki akses ke kamera, mikrofon, atau aktivitas fisik pengguna. AI ini hanya merespons berdasarkan informasi yang ditulis dalam percakapan.
Klaim “ChatGPT tahu orang lagi makan apa” lebih tepat disebut sebagai hasil analisis konteks, bukan kemampuan memata-matai atau membaca pikiran.
Literasi Digital Jadi Kunci
Viralnya klaim ini menunjukkan masih perlunya literasi digital di tengah masyarakat. Banyak konten viral dibuat dengan narasi sensasional agar menarik perhatian, meski konteks aslinya tidak sepenuhnya dijelaskan.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya pada klaim ekstrem terkait teknologi. Memahami cara kerja AI dapat membantu publik bersikap lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh.
Perdebatan soal AI Terus Mengemuka
Kasus ini menambah panjang daftar perdebatan soal kecerdasan buatan. Di satu sisi, AI dinilai sangat membantu dan semakin cerdas. Di sisi lain, kekhawatiran soal privasi dan batas kemampuan AI terus menjadi topik diskusi global.
Para ahli sepakat bahwa transparansi dan edukasi publik sangat penting agar teknologi berkembang secara sehat dan bertanggung jawab.
Penutup
Viralnya klaim ChatGPT bisa tahu orang lagi makan apa membuat netizen terbelah antara kagum dan khawatir. Faktanya, kemampuan tersebut berasal dari analisis teks dan konteks, bukan pengawasan aktivitas nyata.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memahami cara kerja teknologi agar tidak salah kaprah dan tetap bijak menyikapi konten viral di media sosial.
