
Kabar mengenai Api Abadi Mrapen padam kembali menjadi perhatian publik. Api legendaris yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan ini disebut sudah tidak menyala seperti biasanya. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa nyala api telah mengecil sejak akhir tahun lalu sebelum akhirnya tampak padam.
Fenomena ini ramai dibahas di media sosial karena Api Abadi Mrapen selama puluhan tahun dikenal sebagai api alami yang terus menyala dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi.
Nyala Api Disebut Mengecil Bertahap
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi Api Abadi Mrapen mulai berubah sejak beberapa bulan terakhir. Nyala api yang sebelumnya stabil terlihat semakin kecil dan tidak seterang biasanya. Dalam beberapa waktu, api bahkan sulit terlihat di permukaan.
Perubahan tersebut diduga terjadi secara bertahap, bukan secara tiba-tiba. Hal inilah yang membuat sebagian warga menyebut api telah melemah sejak akhir tahun lalu.
Faktor Alam Diduga Berpengaruh
Api Abadi Mrapen diketahui berasal dari rembesan gas alam dangkal. Para pemerhati lingkungan menyebutkan bahwa intensitas api sangat dipengaruhi oleh tekanan gas dan kondisi alam di sekitarnya. Ketika tekanan gas menurun, nyala api bisa mengecil atau tidak muncul di permukaan.
Selain itu, curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kondisi tanah. Air yang masuk ke celah tanah berpotensi menutup jalur keluarnya gas sehingga api tampak padam sementara.
Pemantauan Terus Dilakukan
Pihak terkait disebut terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi Api Abadi Mrapen. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah sumber gas masih aktif dan memastikan tidak ada risiko keselamatan di sekitar lokasi.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak area Api Abadi Mrapen, mengingat kawasan tersebut merupakan situs bersejarah dan dilindungi.
Nilai Sejarah Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen bukan hanya fenomena alam, tetapi juga memiliki nilai simbolik bagi masyarakat. Api ini kerap digunakan dalam berbagai kegiatan budaya dan upacara penting, termasuk pengambilan api untuk acara nasional.
Karena itu, setiap perubahan kondisi Api Abadi Mrapen selalu menjadi perhatian luas, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyimpulkan secara sepihak bahwa Api Abadi Mrapen telah padam permanen. Informasi resmi mengenai kondisi situs tersebut diharapkan menjadi rujukan utama agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Pemantauan dan kajian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti melemahnya nyala api dan langkah penanganan yang tepat.
Penutup
Kabar Api Abadi Mrapen padam disebut berkaitan dengan kondisi api yang telah mengecil sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, fenomena ini masih memerlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Api Abadi Mrapen tetap menjadi warisan alam dan budaya yang penting, sehingga upaya pelestarian dan pengawasan diharapkan terus dilakukan demi menjaga keberadaannya di masa depan.
