Bobol 8 Gardu Listrik di Jakut–Jakbar, Ini Peran Trio Pencuri Kabel

Polisi mengungkap aksi pencurian kabel listrik yang menyasar delapan gardu listrik di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dalam kasus ini, aparat menangkap tiga pelaku yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya.

Aksi pencurian tersebut meresahkan warga karena berdampak pada pasokan listrik di sejumlah titik. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan gangguan dan menemukan pola serupa di beberapa lokasi gardu.

Kronologi Terungkapnya Kasus

Penyelidikan bermula dari laporan masyarakat terkait pemadaman listrik tak wajar. Petugas kemudian melakukan penelusuran ke gardu-gardu yang terdampak dan menemukan indikasi pembobolan serta kabel yang hilang.

Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi keterlibatan tiga orang yang beraksi secara terorganisasi. Modusnya dilakukan pada jam sepi untuk menghindari perhatian warga.

Peran Masing-Masing Pelaku

Polisi menjelaskan pembagian peran dalam kelompok tersebut. Satu pelaku bertugas memantau situasi sekitar, satu pelaku membobol gardu, sementara pelaku lainnya memotong dan membawa kabur kabel untuk dijual.

Kabel hasil curian diduga dijual ke penadah. Polisi kini menelusuri alur penjualan guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.

Barang Bukti dan Proses Hukum

Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa potongan kabel listrik dan peralatan yang digunakan untuk membobol gardu. Ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Penyidik menjerat para pelaku dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Imbauan Kepolisian

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum, termasuk gardu listrik. Partisipasi warga dinilai penting untuk mencegah gangguan layanan publik.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pencurian infrastruktur tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga.

Exit mobile version