China Prihatin dengan Konflik Thailand–Kamboja, Sarankan Dialog

Pemerintah China menyatakan keprihatinan atas konflik yang terjadi antara Thailand dan Kamboja. Beijing menilai ketegangan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, China menyarankan dialog dan penyelesaian damai sebagai langkah utama untuk meredakan situasi.

Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya perhatian internasional terhadap konflik yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir. China menekankan pentingnya komunikasi terbuka antar pihak agar eskalasi dapat dicegah. Selain itu, Beijing juga mengingatkan agar keselamatan warga sipil tetap menjadi prioritas.

Dorongan Penyelesaian Damai

China menilai dialog sebagai jalan paling efektif untuk menyelesaikan perbedaan. Sementara itu, penggunaan jalur diplomasi dinilai mampu menjaga hubungan baik antarnegara di kawasan. China juga mendorong semua pihak menahan diri dan menghindari langkah yang dapat memperkeruh keadaan.

Menurut pandangan Beijing, stabilitas Asia Tenggara memiliki arti strategis bagi perdamaian regional. Karena itu, setiap konflik yang muncul perlu ditangani secara hati-hati dan bertanggung jawab. China menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya damai yang dilakukan melalui mekanisme regional.

Perhatian terhadap Stabilitas Kawasan

Konflik Thailand–Kamboja tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga pada lingkungan regional. Selain itu, ketegangan berkepanjangan dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan hubungan lintas batas. China berharap dialog yang konstruktif dapat segera dilakukan agar situasi kembali kondusif.

Sejumlah pengamat menilai sikap China ini menunjukkan peran aktif Beijing dalam menjaga stabilitas kawasan. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Thailand dan Kamboja sebagai pihak yang terlibat langsung. Dukungan internasional diharapkan mampu mendorong tercapainya solusi jangka panjang.

Scroll to Top