Sering Blunder di Klub, Bek Madrid Dean Huijsen Terancam Dibuang Timnas Spanyol

Performa bek muda Dean Huijsen tengah menjadi sorotan tajam. Pemain yang kini membela Real Madrid itu kerap melakukan kesalahan krusial dalam beberapa laga terakhir. Rentetan blunder tersebut memunculkan spekulasi bahwa posisinya di Timnas Spanyol berada dalam ancaman serius.

Sebagai pemain muda, Huijsen sebenarnya diproyeksikan menjadi bagian penting regenerasi lini belakang Spanyol. Namun, performa di level klub menjadi indikator utama bagi tim pelatih nasional dalam menentukan komposisi skuad.

Blunder yang Jadi Sorotan

Dalam beberapa pertandingan bersama Real Madrid, Huijsen dinilai kurang tenang saat menghadapi tekanan lawan. Kesalahan posisi, keterlambatan membaca pergerakan, hingga duel yang kalah menjadi catatan penting. Meski tidak selalu berujung gol, blunder tersebut dianggap berisiko tinggi, terutama untuk level kompetisi elite.

Situasi ini membuat kepercayaan publik dan pengamat sepak bola terhadap konsistensi Huijsen mulai dipertanyakan.

Persaingan Ketat di Timnas Spanyol

Posisi bek tengah Timnas Spanyol dikenal sangat kompetitif. Sejumlah pemain lain tampil stabil dan konsisten di klub masing-masing. Kondisi ini membuat peluang Huijsen semakin terjepit jika performanya tak segera membaik.

Tim pelatih Spanyol menekankan pentingnya konsistensi, disiplin taktik, dan minim kesalahan. Pemain yang sering blunder berisiko tersingkir, meski memiliki potensi besar.

Kesempatan Memperbaiki Diri

Meski berada dalam tekanan, Huijsen masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan. Usianya yang muda menjadi keuntungan, asalkan ia mampu belajar dari kesalahan dan menunjukkan peningkatan signifikan di level klub.

Perbaikan komunikasi, ketenangan saat bertahan, serta fokus sepanjang laga menjadi kunci jika ia ingin kembali meyakinkan pelatih timnas.

Penentuan Nasib di Tangan Performa

Keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih Timnas Spanyol. Namun satu hal jelas, menit bermain dan performa stabil bersama Real Madrid akan sangat menentukan masa depan Huijsen di level internasional.

Jika blunder terus berulang, peluangnya untuk dipanggil ke skuad timnas bisa benar-benar tertutup.

Exit mobile version