Guru SMK di Jambi yang Adu Jotos Sama Siswanya Lapor Polisi

Sebuah insiden adu jotos antara guru dan siswa di salah satu SMK di Jambi menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut berujung pelaporan ke pihak kepolisian, guna mendapatkan kejelasan hukum sekaligus mencegah polemik berkepanjangan.

Kronologi Singkat Kejadian

Berdasarkan informasi yang beredar, keributan bermula dari cekcok di lingkungan sekolah. Adu argumen yang tak terkendali kemudian berubah menjadi kontak fisik. Rekaman singkat kejadian itu menyebar cepat, memicu reaksi beragam dari warganet.

Laporan ke Polisi

Pihak guru yang terlibat memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polri setempat. Langkah ini diambil agar kasus ditangani secara objektif dan sesuai aturan, termasuk pengumpulan keterangan saksi serta penelusuran bukti.

Sikap Sekolah dan Dinas Pendidikan

Manajemen sekolah menyatakan menyesalkan insiden dan berkomitmen menjaga iklim belajar yang aman. Dinas Pendidikan setempat juga mendorong pendekatan pembinaan dan mediasi, sambil menunggu hasil proses hukum. Upaya ini diharapkan dapat melindungi hak semua pihak, baik pendidik maupun peserta didik.

Perspektif Pendidikan

Pakar pendidikan menilai konflik guru–siswa seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme sekolah. Kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak dibenarkan. Sekolah disarankan memperkuat pendampingan konselor, SOP penanganan konflik, serta literasi emosi bagi warga sekolah.

Penutup

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dan prosedur penanganan konflik di lingkungan pendidikan. Proses hukum yang berjalan diharapkan memberi kejelasan, sekaligus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Exit mobile version