
Vokalis Matty Healy kembali menjadi sorotan publik. Di tengah jeda aktivitas bandnya, ia justru terlihat makin aktif membuat konten dan memicu perbincangan di media sosial. Momen “nganggur” yang dimaksud warganet ini bukan berarti benar-benar tanpa kegiatan, melainkan jeda tur dan rilisan bersama bandnya, The 1975.
Alih-alih menghilang dari radar publik, Matty Healy justru tampil lebih ekspresif lewat unggahan-unggahan spontan, komentar kontroversial, hingga proyek kreatif yang memancing reaksi beragam.
Aktif di Media Sosial Saat Jeda Tur
Sejak tur besar The 1975 mereda, Matty terlihat lebih sering muncul lewat siaran langsung, potongan video singkat, serta unggahan bernuansa satire. Beberapa kontennya bahkan memancing perdebatan karena dianggap terlalu blak-blakan.
Warganet menyebutnya “ngonten full time”, karena hampir setiap unggahan memicu diskusi. Ada yang menganggapnya jenius dan autentik, namun tak sedikit pula yang menilai gayanya kerap kontroversial.
Eksperimen Kreatif di Luar Panggung
Meski disebut sedang “nganggur”, Matty tetap aktif di dunia kreatif. Ia dikabarkan mengerjakan materi musik baru, bereksperimen dengan produksi, serta berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan kreator independen.
Langkah ini dinilai sebagai strategi menjaga relevansi di tengah industri musik yang sangat cepat berubah. Ketika tidak sedang tur, banyak musisi memilih membangun kedekatan dengan penggemar melalui konten digital.
Kontroversi yang Selalu Mengiringi
Nama Matty Healy memang kerap dikaitkan dengan kontroversi. Pernyataan spontan dalam wawancara atau unggahan media sosial sering kali menjadi headline.
Namun, di sisi lain, gaya komunikasinya yang tanpa filter juga menjadi ciri khas yang membuatnya tetap diperbincangkan. Dalam dunia hiburan modern, sorotan publik sering kali menjadi bagian dari strategi branding, baik disadari maupun tidak.
Respons Penggemar
Penggemar setia The 1975 terbagi dalam menyikapi fase ini. Sebagian menikmati sisi personal Matty yang lebih terbuka. Mereka merasa lebih dekat karena bisa melihat aktivitas sehari-harinya.
Namun ada juga yang berharap ia lebih fokus pada produksi musik baru ketimbang membuat konten yang memicu kontroversi.
Fenomena Musisi dan Era Konten
Apa yang dilakukan Matty Healy mencerminkan tren musisi masa kini. Di era digital, jeda tur bukan berarti jeda eksistensi. Justru, media sosial menjadi panggung kedua.
Fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara musisi dan content creator semakin tipis. Popularitas tak lagi hanya ditentukan oleh rilisan lagu, tetapi juga bagaimana mereka membangun narasi di ruang digital.
Hingga kini, aktivitas Matty Healy di media sosial masih terus menjadi bahan pembicaraan. Apakah ini strategi, spontanitas, atau keduanya, publik tampaknya masih akan terus mengikuti setiap langkahnya.
