Pedagang Sate Malioboro Guling-Guling di Pedestrian Saat Dirazia Satpol PP

Sebuah peristiwa terjadi di kawasan Malioboro dan langsung menyita perhatian publik. Seorang pedagang sate terekam kamera melakukan aksi guling-guling di atas pedestrian saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja menggelar razia penertiban.

Aksi tersebut berlangsung di tengah keramaian pengunjung, sehingga dengan cepat menjadi tontonan warga sekitar. Beberapa orang terlihat merekam kejadian itu menggunakan ponsel mereka.

Aksi Pedagang Sate yang Viral

Dalam video yang beredar di media sosial, pedagang sate tersebut tampak berguling-guling di jalur pedestrian sebagai bentuk protes saat diminta menertibkan lapaknya. Aksi spontan itu langsung menarik perhatian dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian warga mengaku terkejut, sementara lainnya menilai tindakan tersebut sebagai luapan emosi akibat tekanan ekonomi dan ketatnya penertiban di kawasan wisata.

Penjelasan Satpol PP

Pihak Satpol PP menjelaskan bahwa razia dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan Malioboro, khususnya di jalur pedestrian yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Petugas menegaskan penertiban dilakukan sesuai aturan dan mengedepankan pendekatan persuasif.

Satpol PP juga menyampaikan bahwa pedagang telah beberapa kali diingatkan terkait lokasi berjualan agar tidak mengganggu arus pejalan kaki.

Respons Publik dan Sorotan Sosial

Peristiwa ini memicu perdebatan di ruang publik. Sebagian masyarakat meminta penegakan aturan tetap dilakukan secara tegas, sementara pihak lain berharap adanya solusi yang lebih manusiawi bagi pedagang kecil.

Banyak warganet menilai kejadian ini mencerminkan dilema antara penataan kota dan kebutuhan ekonomi pedagang. Mereka mendorong dialog antara pemerintah daerah dan pelaku usaha kecil agar tidak terjadi gesekan serupa di masa depan.

Harapan ke Depan

Kejadian pedagang sate di Malioboro ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara ketertiban umum dan perlindungan terhadap mata pencaharian rakyat kecil. Diharapkan ke depan, penertiban dapat dibarengi solusi yang adil agar kawasan wisata tetap tertata tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil.

Scroll to Top