
Media sosial sempat dihebohkan oleh kabar penampakan pocong di sebuah SD di Sinjai. Video yang beredar luas itu menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, khususnya orang tua murid. Namun, fakta terbaru mengungkap bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa mistis, melainkan hasil rekayasa.
Aparat kepolisian bergerak cepat menelusuri video viral tersebut. Hasil penyelidikan memastikan bahwa penampakan pocong itu sengaja dibuat untuk menimbulkan sensasi dan keresahan.
Video Viral Picu Kepanikan
Dalam video yang beredar, terlihat sosok menyerupai pocong berada di area sekolah pada malam hari. Unggahan itu langsung menyebar dan memicu beragam spekulasi. Sebagian warga mengaku khawatir dengan keamanan lingkungan sekolah, sementara lainnya mengaitkan kejadian itu dengan hal-hal mistis.
Pihak sekolah dan masyarakat sekitar pun meminta aparat segera turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Terungkap Hanya Rekayasa
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa penampakan pocong di SD Sinjai hanyalah rekayasa yang disengaja. Dua orang pelaku diketahui terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video tersebut. Motif pelaku diduga untuk mencari perhatian dan membuat konten viral.
Kedua pelaku akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa tindakan semacam ini dapat menimbulkan keresahan publik dan berpotensi melanggar hukum.
Respons Warga dan Pihak Sekolah
Warga setempat mengaku lega setelah mengetahui fakta sebenarnya. Meski demikian, mereka menyayangkan aksi iseng yang berujung meresahkan banyak pihak. Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan sikap bijak dalam menyikapi konten viral di media sosial.
Penutup
Hebohnya penampakan pocong di SD Sinjai yang ternyata hanya rekayasa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Aparat pun menegaskan akan menindak tegas segala bentuk rekayasa yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.