
Kasus video viral yang melibatkan remaja di sebuah rental PlayStation di wilayah Tabanan menjadi perhatian publik. Video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu reaksi beragam dari warganet.
Orang tua salah satu remaja yang terlibat kemudian melaporkan pihak penyebar video ke aparat kepolisian. Mereka menilai penyebaran konten tersebut telah merugikan dan melanggar privasi anak di bawah umur.
Kronologi Video Viral
Video diduga direkam di sebuah tempat rental PS. Tidak lama setelah beredar, konten tersebut menyebar melalui berbagai platform media sosial dan pesan instan.
Warga setempat mengaku terkejut dengan kejadian itu. Banyak yang menyayangkan tindakan remaja tersebut sekaligus menyoroti dampak viralnya video.
Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Orang tua korban memilih menempuh jalur hukum terhadap penyebar video. Mereka berharap proses hukum bisa memberikan efek jera dan melindungi anak dari dampak yang lebih luas.
Pihak kepolisian menerima laporan dan melakukan pendalaman. Aparat mengingatkan bahwa penyebaran konten yang melibatkan anak di bawah umur dapat berimplikasi hukum.
Dampak dan Imbauan
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama di ruang publik dan dunia digital. Media sosial yang digunakan tanpa kontrol dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Aparat juga mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut. Tindakan membagikan ulang video berpotensi melanggar hukum dan memperburuk keadaan.
Edukasi dan Pencegahan
Pihak berwenang menekankan pentingnya edukasi digital bagi remaja. Pemahaman tentang privasi, etika, dan risiko hukum harus ditanamkan sejak dini.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang. Keterlibatan keluarga, sekolah, dan aparat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.
