
Seorang siswa SMK di Depok menjadi korban pencurian sepeda motor dengan modus yang tidak biasa. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Pelaku diduga mendekati korban dengan dalih meminta klarifikasi terkait tuduhan penganiayaan yang sama sekali tidak dilakukan korban.
Saat korban kebingungan menghadapi tuduhan tersebut, situasi dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil sepeda motor milik korban. Kejadian berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat meminta pertolongan.
Modus Tuduhan Aniaya yang Meresahkan
Modus menuduh korban melakukan aniaya menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Cara tersebut dinilai berbahaya karena menekan psikologis korban, terutama karena masih berstatus pelajar. Tuduhan palsu itu membuat korban panik dan kehilangan fokus, sehingga tidak menyadari motornya telah dibawa kabur.
Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya keributan ataupun laporan penganiayaan sebelum kejadian pencurian tersebut.
Kondisi Korban dan Reaksi Keluarga
Korban mengalami syok dan ketakutan setelah kejadian. Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sempat enggan keluar rumah karena trauma dan takut disalahkan. Selain kehilangan kendaraan, korban juga mengalami tekanan mental akibat tuduhan yang tidak berdasar.
Keluarga berharap aparat dapat menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak menimpa pelajar lain.
Imbauan untuk Waspada
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk lebih waspada terhadap modus kejahatan baru. Jika menghadapi tuduhan yang tidak jelas, korban disarankan segera mencari bantuan warga sekitar atau menghubungi pihak berwenang.
Dengan meningkatnya kewaspadaan, diharapkan kejadian pencurian dengan modus penipuan dan intimidasi dapat dicegah sejak dini.