Heboh SMPN di Depok Renovasi Rp 28 M, Tapi 17 Kelas Tak Ada Meja-Kursi

Dunia pendidikan di Depok tengah menjadi sorotan publik. Sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) disebut telah menjalani renovasi dengan anggaran mencapai Rp 28 miliar. Namun, fakta di lapangan memicu kehebohan karena sebanyak 17 ruang kelas dilaporkan belum memiliki meja dan kursi.

Kondisi ini ramai diperbincangkan setelah informasi dan foto ruang kelas kosong beredar di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan perencanaan renovasi yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ruang Kelas Sudah Jadi, Fasilitas Belum Lengkap

Berdasarkan informasi yang beredar, proses renovasi gedung sekolah disebut sudah rampung. Bangunan terlihat baru dan layak pakai. Namun, sejumlah kelas belum dilengkapi sarana dasar berupa meja dan kursi untuk siswa.

Akibatnya, kegiatan belajar terpaksa dilakukan dengan keterbatasan. Beberapa siswa dilaporkan harus belajar tanpa fasilitas yang semestinya, sementara pihak sekolah berupaya mencari solusi sementara.

Respons Orang Tua dan Masyarakat

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari orang tua siswa. Mereka menyayangkan renovasi bernilai besar tetapi belum diiringi kelengkapan fasilitas kelas. Masyarakat juga meminta adanya transparansi terkait penggunaan anggaran.

Di media sosial, warganet mempertanyakan prioritas pengadaan. Banyak yang menilai meja dan kursi seharusnya menjadi kebutuhan utama sebelum sekolah kembali digunakan secara penuh.

Penjelasan dari Pihak Terkait

Pihak terkait menyebutkan bahwa pengadaan fasilitas belajar dilakukan secara bertahap. Proses administrasi dan distribusi meja-kursi disebut masih berjalan. Meski begitu, kondisi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa dan guru.

Pemerintah daerah diminta segera mempercepat penyediaan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal tanpa kendala.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Kasus ini menjadi bahan evaluasi penting dalam pelaksanaan proyek renovasi sekolah. Perencanaan yang matang dinilai sangat dibutuhkan agar hasil pembangunan benar-benar mendukung kualitas pendidikan.

Masyarakat berharap permasalahan ini segera dituntaskan. Dengan fasilitas yang lengkap, siswa diharapkan bisa belajar dengan nyaman dan optimal sesuai tujuan renovasi sekolah.

Exit mobile version