Viral Api Abadi Mrapen Mati, ESDM Kendeng Selatan Buka Suara

Jagat media sosial diramaikan oleh kabar Api Abadi Mrapen mati. Api legendaris yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, itu disebut-sebut tidak lagi menyala seperti biasanya. Video dan foto yang beredar menunjukkan lokasi api terlihat redup hingga padam, memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Api Abadi Mrapen selama ini dikenal sebagai sumber api alami yang tidak pernah padam dan kerap digunakan dalam berbagai ritual budaya, termasuk pengambilan api untuk acara kenegaraan dan olahraga nasional. Karena nilai historis dan simboliknya, kabar padamnya api ini langsung menyedot perhatian publik.

Klarifikasi ESDM Kendeng Selatan

Menanggapi kabar viral tersebut, pihak ESDM Kendeng Selatan akhirnya buka suara. Mereka menegaskan bahwa fenomena api yang tampak mati tidak serta-merta berarti sumber Api Abadi Mrapen benar-benar padam secara permanen.

Menurut penjelasan ESDM, api tersebut berasal dari rembesan gas alam dangkal. Intensitas nyala api dapat berubah sewaktu-waktu tergantung tekanan gas, kondisi tanah, serta faktor lingkungan di sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, api memang bisa tampak mengecil atau tidak terlihat di permukaan.

Penyebab Api Abadi Mrapen Sempat Padam

ESDM Kendeng Selatan menyebut beberapa faktor yang diduga memengaruhi kondisi Api Abadi Mrapen, antara lain:

1. Perubahan Tekanan Gas Alam

Tekanan gas yang melemah dapat membuat nyala api mengecil atau bahkan tidak muncul di permukaan tanah. Namun, ini tidak berarti sumber gasnya hilang.

2. Curah Hujan Tinggi

Hujan deras yang berlangsung lama dapat menyebabkan air masuk ke celah tanah, sehingga api tertutup sementara. Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya dan bersifat sementara.

3. Aktivitas Lingkungan Sekitar

Perubahan struktur tanah dan aktivitas di sekitar kawasan Mrapen juga berpotensi memengaruhi jalur keluarnya gas ke permukaan.

Kondisi Terbaru Api Abadi Mrapen

Berdasarkan pemantauan terbaru, ESDM Kendeng Selatan menyatakan bahwa sumber gas Api Abadi Mrapen masih ada. Tim teknis terus melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi keselamatan dan kelestarian situs tersebut.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga berkoordinasi untuk menjaga kawasan Api Abadi Mrapen agar tetap terlindungi. Masyarakat diminta tidak melakukan spekulasi berlebihan atau tindakan yang dapat merusak area tersebut.

Nilai Sejarah dan Budaya Api Abadi Mrapen

Api Abadi Mrapen bukan sekadar fenomena alam. Situs ini memiliki nilai sejarah panjang dan kerap menjadi simbol semangat serta persatuan. Karena itu, setiap perubahan kondisi di lokasi ini selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat.

ESDM menegaskan komitmennya untuk menjaga keberadaan Api Abadi Mrapen sebagai warisan budaya dan geologi nasional. Upaya perawatan dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala.

Imbauan kepada Masyarakat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi yang beredar di media sosial. Kabar Api Abadi Mrapen mati diharapkan tidak ditelan mentah-mentah tanpa klarifikasi resmi.

Masyarakat juga diminta tetap menjaga kelestarian kawasan dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar lokasi api. Informasi resmi terkait kondisi Api Abadi Mrapen akan terus disampaikan melalui kanal pemerintah dan instansi terkait.

Penutup

Viralnya kabar Api Abadi Mrapen mati menjadi pengingat pentingnya literasi informasi di era digital. Berdasarkan penjelasan ESDM Kendeng Selatan, fenomena ini bersifat sementara dan tidak menunjukkan bahwa Api Abadi Mrapen benar-benar padam.

Pemantauan terus dilakukan agar situs bersejarah ini tetap lestari dan aman untuk generasi mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top