
Media sosial kembali diramaikan oleh video yang diklaim menunjukkan bandara di Thailand mau dibajak. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran warganet, terutama terkait isu keamanan penerbangan.
Narasi yang menyertai video menyebutkan adanya situasi darurat dan dugaan upaya pembajakan pesawat di sebuah bandara internasional.
Fakta Sebenarnya: Rekaman Lama
Setelah ditelusuri, video yang beredar bukan rekaman kejadian terbaru. Potongan gambar tersebut diketahui berasal dari rekaman lama yang kembali diunggah tanpa konteks waktu yang jelas. Tidak ada peristiwa pembajakan yang terjadi sesuai klaim viral tersebut.
Pihak berwenang dan pemeriksa fakta menegaskan bahwa informasi yang menyebut bandara Thailand “mau dibajak” tidak benar dan menyesatkan.
Klarifikasi dan Penegasan Keamanan
Otoritas terkait di Thailand menyampaikan bahwa tidak ada insiden pembajakan di bandara sebagaimana yang diklaim dalam video viral. Operasional bandara berjalan normal dan keamanan penerbangan tetap terjaga.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada unggahan yang belum diverifikasi dan selalu mengecek sumber resmi sebelum menyebarkan informasi.
Pola Hoaks Berulang di Media Sosial
Kasus ini menunjukkan pola hoaks yang sering terjadi, yakni mengunggah ulang video lama dengan narasi baru yang sensasional. Cara ini kerap digunakan untuk menarik perhatian dan meningkatkan interaksi, namun berdampak pada kepanikan publik.
Ahli literasi digital menekankan pentingnya memeriksa tanggal unggahan, sumber video, dan konteks kejadian sebelum mempercayai sebuah informasi.
Imbauan untuk Lebih Kritis
Warganet diminta lebih kritis dalam menerima kabar viral, terutama yang menyangkut isu keamanan dan keselamatan publik. Menyaring informasi sebelum membagikan ulang dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang merugikan banyak pihak.
Penutup
Video viral bandara Thailand mau dibajak ternyata merupakan rekaman lama yang kembali beredar tanpa konteks. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kepanikan dan menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak menyikapi informasi viral di media sosial.