
Sebuah video yang memperlihatkan jenazah dibonceng sepeda motor di Sulawesi Tengah (Sulteng) mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi karena ambulans setempat sedang digunakan untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain, sehingga keluarga terpaksa memilih cara darurat demi membawa jenazah ke rumah duka.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden berlangsung di wilayah pedesaan dengan akses terbatas. Saat jenazah hendak dipulangkan, ambulans puskesmas tidak tersedia karena tengah menjalankan rujukan pasien. Waktu yang mendesak dan jarak yang harus ditempuh membuat keluarga mengambil keputusan sulit menggunakan sepeda motor.
Rekaman tersebut menyebar luas dan memantik empati sekaligus kritik publik terhadap ketersediaan layanan ambulans di daerah.
Alasan Ambulans Tidak Tersedia
Dalam penjelasan pihak terkait, ambulans diprioritaskan untuk rujukan pasien hidup yang membutuhkan penanganan segera. Kondisi ini menyoroti keterbatasan armada di wilayah tertentu, terutama saat terjadi kebutuhan bersamaan.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut dan berjanji melakukan evaluasi layanan, termasuk penambahan armada, pengaturan jadwal rujukan, serta koordinasi lintas fasilitas agar kejadian serupa tidak terulang.
Sorotan Publik dan Pakar
Pengamat kesehatan masyarakat menilai kasus ini sebagai alarm penting bagi pemerataan layanan kesehatan. Selain penambahan ambulans, diperlukan protokol darurat dan jejaring transportasi alternatif yang layak, khususnya di daerah terpencil.
Penutup
Viralnya peristiwa ini membuka mata banyak pihak bahwa akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah. Di tengah keterbatasan, solusi sistemik dan empati menjadi kunci agar hak dasar masyarakat terpenuhi dengan layak dan bermartabat.