Viral Pemuda Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang, Polisi Selidiki

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pemuda melemparkan petasan ke arah sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Kota Tangerang viral di media sosial, memicu kecaman warganet dan respons dari aparat kepolisian. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Detik-Detik Aksi Berbahaya yang Viral

Video yang beredar menunjukkan sekelompok pemuda yang awalnya memegang beberapa petasan lalu berkendara menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian melemparkan petasan menyala ke arah sebuah angkot yang sedang melintas di rute Ciledug–Cikokol, Tangerang. Salah satu petasan masuk ke area kursi sopir dan menyebabkan kejutan pada pengemudi.

Rekaman ini memancing komentar keras dari netizen. Banyak warganet mengecam tindakan tersebut sebagai perilaku yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab karena dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Polisi Turun Tangan Menyelidiki Peristiwa

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari memastikan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Tim telah turun untuk mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan bukti dari berbagai sumber.

Belum ada informasi detail mengenai motif dari tindakan itu maupun jumlah pelaku yang terlibat. Penyidik masih berupaya mengungkap fakta lebih jauh dan akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan apabila bukti telah lengkap.

Bahaya Lempar Petasan di Jalan Raya

Para pakar keselamatan jalan menyatakan bahwa penggunaan petasan di lokasi yang padat kendaraan sangat berbahaya. Ledakan petasan tidak hanya dapat mengejutkan pengemudi, tetapi juga berpotensi mengalihkan fokus sopir, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan bahaya fisik seperti luka bakar.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat umum bahwa tindakan “iseng” dapat berubah menjadi perbuatan kriminal dan menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan publik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version