Sindir Pemda, Warga Lampung Sulap Jalan Berlubang Jadi Wisata ‘Telaga Sewu’

Aksi kreatif sekaligus sindiran tajam datang dari warga diLampung. Kesal dengan kondisi jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, warga setempat menyulap genangan air di ruas jalan rusak menjadi lokasi wisata dadakan bernama “Telaga Sewu”. Aksi ini pun viral di media sosial dan memancing perhatian publik.

Video dan foto yang beredar memperlihatkan jalan berlubang besar yang terisi air hingga menyerupai kolam kecil. Warga kemudian memasang papan bertuliskan “Wisata Telaga Sewu” sebagai bentuk protes terhadap lambannya perbaikan infrastruktur.


Jalan Berlubang Disulap Jadi “Wisata”

Dalam unggahan yang viral, terlihat genangan air cukup luas menutupi badan jalan. Beberapa warga bahkan berfoto di sekitar lokasi sebagai bentuk satire. Penamaan “Telaga Sewu” sendiri diduga sebagai simbol banyaknya lubang yang tersebar di ruas jalan tersebut.

Aksi ini bukan sekadar candaan. Warga mengaku kondisi jalan rusak telah berlangsung cukup lama dan membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun karena lubang tertutup air sehingga sulit terlihat.


Viral di Media Sosial, Tuai Beragam Respons

Unggahan mengenai “Wisata Telaga Sewu” dengan cepat menyebar di berbagai platform. Banyak warganet memuji kreativitas warga sebagai bentuk kritik sosial yang unik dan tidak anarkis. Namun, ada pula yang menyayangkan kondisi infrastruktur yang dinilai kurang mendapat perhatian serius.

Beberapa komentar menilai aksi tersebut menjadi cerminan frustrasi masyarakat terhadap pelayanan publik, khususnya perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan dasar mobilitas warga.


Harapan Warga untuk Perbaikan Jalan

Warga berharap aksi ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan. Jalan yang berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah pengendara mengaku harus memperlambat laju kendaraan secara mendadak untuk menghindari lubang. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat menghantam genangan tersebut.

Kasus “Telaga Sewu” di Lampung ini menjadi contoh bagaimana kritik sosial bisa disampaikan dengan cara kreatif namun tetap menyampaikan pesan yang kuat.


Kritik Sosial yang Kreatif

Fenomena menyulap jalan rusak menjadi “objek wisata” sebenarnya pernah terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. Biasanya, aksi semacam ini dilakukan sebagai sindiran agar pihak berwenang segera bertindak.

Viralnya Telaga Sewu di Lampung diharapkan menjadi momentum evaluasi dan percepatan perbaikan infrastruktur demi keselamatan serta kenyamanan masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top