
Peristiwa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menghebohkan warga Kota Medan. Seorang pria yang diduga sebagai maling motor tertangkap basah saat beraksi di kawasan permukiman. Situasi memanas ketika warga mulai berdatangan dan emosi massa sulit dikendalikan. Dalam kondisi panik dan ketakutan, pelaku nekat memeluk kaki seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita yang berada di lokasi kejadian.
Aksi tak terduga itu dilakukan pelaku sebagai upaya mencari perlindungan agar terhindar dari amukan massa. Video dan foto kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, memancing beragam reaksi warganet. Banyak yang menilai tindakan pelaku sebagai bentuk keputusasaan, sementara lainnya menyoroti peran warga yang sigap mengamankan situasi.
Menurut keterangan saksi di lokasi, pelaku sempat mencoba membawa kabur sepeda motor milik warga. Namun aksinya dipergoki sehingga warga langsung mengejar. Saat tertangkap, pelaku terlihat gemetar dan terus meminta ampun. Kehadiran ASN wanita yang kebetulan melintas membuat pelaku langsung berlutut dan memeluk kakinya, berharap massa mengurungkan niat untuk melakukan kekerasan.
Beruntung, sejumlah warga dan petugas keamanan setempat bertindak cepat. Pelaku akhirnya diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan tetap mempercayakan penanganan kasus kriminal kepada aparat penegak hukum.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi saat menghadapi pelaku kejahatan. Tindakan main hakim sendiri tidak hanya berisiko hukum, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan semua pihak. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku curanmor yang meresahkan warga Medan.
